Salam Cinta dan Perjuangan untuk Kota Malang. . .
Pemanasan Global sekarang sedang melanda dunia dan sekarang sangat familier untuk kita. Pemicu perubahan iklim adalah Pemanasan global yang menaikkan suhu bumi. Penyebab pemanasan ini utamanya adalah meningkatnya emisi karbon akibat penggunaan energi fosil, seperti bahan baker minyak, batu bara dan sejenisnya, yang tidak dapat diperbaharui. Saat ini terjadi peningkatan suhu didunia sebesar 0.6 -0,7 derajat Celcius. Sedangkan asia lebih tinggi, yaitu 10 derajat Celcius . Selanjutnya adalah ketersediaan air di negeri-negeri tropis yang berkurang 10-30 % dan melelehkan gletser (Gunung es ) di Himalaya dan Kutub Selatan.Yang juga dirasakan oleh selurah dunia saat ini adalah makin panjangnya musim panas dan makin pendeknya musim hujan, serta makin maraknya badai dan banjir dikota-kota besar ( El nino) diseluruh dunia. Suhu udara disetiap wilayah juga meningkat seperti yang terasa dikota-kota yang dulunya dikenal sejuk. Itulah yang melanda kota Malang saat ini.
Kota Malang sebagai kota yang berada di daerah pegunungan saat ini sudah tidak lagi menjadi kota yang dingin. Suhu udara di Malang selama kurun waktu 12 tahun terakhir semakin panas. Berdasarkan catatan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) stasiun Klimatologi, Karang Ploso, Malang, suhu udara di Malang pada sepuluh tahun terakhir terus meningkat hingga 0,050°C per tahun. Meningkatnya suhu udara di Malang, disebabkan berbagai faktor diantaranya perubahan fungsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Malang. Ruang Terbuka Hijau yang ditumbuhi tanaman dan pepohonan berfungsi meredam panas terik matahari, saat ini banyak yang telah berdiri gedung-gedung pusat perbelanjaan, perumahan modern dan bangunan beton lainnya. Selain itu, juga karena semakin meningkatnya jumlah kendaraan bermotor, industri dan emisi gas lain di Malang.
Ruang terbuka hijau di Kota Malang hanya tinggal empat persen dari seluruh luas wilayah yang mencapai 110,06 kilometer persegi. Sedangkan lahan resapan air hanya tinggal 40 persen. Hal ini sudah di ambang batas dan menyalahi aturan pemerintah. PP No 63/2002 yang menggariskan luas RTH minimal 10 persen dari luas wilayah kabupaten/kota.
22 APRIL 2010 Aliansi BEM Seluruh Indonesia
PERINGATAN HARI BUMI
Kenyataannya konstribusi emisi kendaraan bermotor sebagai sumber polusi udara mencapai 60-70%.Tingkat polusi yang tinggi tersebut dapat menyebabkan pengaruh buruk pada warga Kota Malang. Oleh karena itu, pada Peringatan Hari Bumi, 22 April 2010 dengan mengusung tema “One Day to Save Malang”, kami aliansi BEM se-Universitas Brawijaya menyatakan tuntutan :
1. Pengurangan pemakaian kendaraan pribadi bermotor sebagai upaya mengurangi emisi kendaraan bermotor untuk mengurangi pemanasan global Kota Malang.
2. Pelestarian dan pemeliharaan hutan Kota Malang dalam upaya menjaga keseimbangan suhu Kota Malang.
3. Perluasan RTH Kota Malang sebagai daerah resapan air, dalam upaya mencegah terjadinya banjir di Kota Malang.
Cintai Bumi Cintai Negeri Cintai Kota Malang !!
Hidup Mahasiswa!!
Hidup Rakyat Indonesia!!!
Malang, 22 April 2010
Aliansi Bem Seluruh Indonesia
